This is the place where you can personalize your profile!
But, how?
By moving, adding and personalizing modules.
You can drag and and drop to rearrange.
You can edit modules to customize them.
The left side has modules you can add!
Some modules you can only access when you get a subscription.
Some modules have options that are only available when you get a subscription.
We've split the page into zones!
Certain modules can only be added to certain zones.
"Why," you ask? Because we want profile pages to have freedom of customization, but also to have some consistency. This way, when anyone visits a deviant, they know they can always find the art in the top left, and personal info in the top right.
Don't forget, restraints can bring out the creativity in you!
Now go forth and astound us all with your devious profiles!
Di daerah persawahan nan luas, karawang, hiduplah sekerumunan belalang berjumlah ribuan. Para belalang ini memanfaatkan kesehariannya bermain di rumput dan pepohonan berukuran sedang. Dalam perjalanannya, para belalang karawang ini dikomandoi oleh seekor "ratu" belalang yang memiliki satu anak laki-laki. Sang ratu sudah lama ditinggal raja, tapi kekuatan kharisma dan keturunan "ningrat" keluarga belalang ini, memposisikan mereka tetap sebagai pengatur kerumunan belalang karawang. Sekian tahun lamanya, mereka hidup dengan aman, hingga sang anak tunggal sang ratu berusia 17 tahun. Pola pikir sang anak, termasuk kritis dan ia dinobatkan sebagai calon penerus sang ibu dalam mengatur, mengintervensi, dan terkadang menggunakan sistem otokrasi dalam pembinaan para belalang.
Anak tak jauh dari watak sang ayah, di masa mudanya sang ayah pun merupakan seekor belalang tangguh, mengenal medan perkampungan karawang dan mobilitas yang sangat tinggi dalam melompat dari dahan pohon ke pohon lainnya. Sebelum ia mati, ia menulis sepucuk surat yang harus dibacakan sang ratu, ketika anak mereka berusia 22 tahun. Dalam adat, kerumunan belalang ini, mereka akan mendatangi persawahan beribu hektar di karawang tuk diserang setiap akhir bulan april, dimana para petani sedang menunggu panen, lebih kurang 3 pekan lagi. Adat ini mereka sebut sebagai "disturbance day". Dengan kata lain mereka merupakan kerumunan ribuan belalang yang sangat ditakuti petani, bernama "hama". Setiap tahunnya, selama 17 tahun ini sang belalang muda terus saja mendengar berita miring di televisi kerajaan belalang, satu hari pasca "disturbance day", dimana para petani bersedih, karena panennya gagal total. Dan selama 17 tahun itu pula ia bergeming diam, tapi tetap peduli dan bergolak. Tepat bulan april tahun ini, ia kembali mengikuti sang ibu tuk menyerang persawahan, tapi ia berkata singkat pada ibunya pra penyerangan:
" bu " " ia anakku,.." " semoga ibu tidak marah, tapi bu " " ada apa anakku ? " [ ibu terlihat gelisah, sekaligus penasaran ] " bu, aku tidak mau menjadi hama "bagi" manusia "
Ibunya sontak terkejut, dan terseyum kecil sembari menginstruksikan sang anak tuk bersiap mengikuti pasukan tuk menyerang. Sang anak tau, ibunya paham tapi ia memiliki tanggung jawab besar di kerumunan itu.
[ 4 tahun kemudian ]
4 kali selama 4 tahun berikutnya selalu saja terjadi percakapan yang sama antara anak dan ibu belalang [ ratu ].
" bu " " ia anakku,.." " semoga ibu tidak marah, tapi bu " " ada apa anakku ? " " bu, aku tidak mau menjadi hama "bagi" manusia "
1 Hari pasca "disturbance day" tahun ini, dimana sang anak dengan taat, namun hatinya bergejolak kuat, mengikuti perintah ibunya tuk menyerang sawah. Sang ratu yang mulai berumur, memenuhi janjinya tuk membuka surat wasiat yang ditinggalkan untuk anak tercinta ketika ia berusia 22 tahun. Surat yang dibalut dengan bekas sarang kepompong itu, dibuka sang ibu dengan hati-hati, dan surat itu bertuliskan :
" Istriku tercinta, ratu belalang.. aku tau anak kita tlah dewasa sekarang.. dan aku pun tau, ia kan mewarisi bakatku.. istriku, jika ia ingin menjadi seekor belalang yang tidak ingin merugikan manusia.. lepas ia dengan senyummu, tuk mengantar ia ke perbatasan karawang dan pergi merantau dan menemui arti hidupnya..
istriki, ratu belalang.. jangan menangis, tapi tersenyumlah, layaknya kau mendengar keluhanku sebagai seorang raja dahulu.."
air mata sang ratu sontak keluar, tak sanggup ia tahan, air matanya, keluar dan terus keluar.. Namun, keesokan hari ia tetap harus melepas sang anak, sebagai wujud dedikasi ketaatannya pada sang suami.
Pagi ini, pagi mengharukan, sang anak bersama 5 teman sebayanya dilepas dengan bekal seadanya tuk merantau, keluar dari persawahan nan hijau, karawang..
[ 3 Tahun kemudian ] Sang ratu belalang yang sedang beristirahat di salah satu dahan tertinggi pohon guava, yang merupakan istana kerajaan, sedang menonton televisi, ketika berita itu muncul, samar-samar karena matanya tlah rabun, namun jelas ia tak asing suara di berita utama itu, berbunyi memuat berita tentang seekor belalang tangguh :
"Dalam komunitas kami, para belalang. Telah membantu para petani sekian tahun lamanya untuk mendeteksi keberadaan keong emas yang hinggap pada areal sawah petani. Caranya kami diikiat dengan satu helai kain berwarna kuning yang panjang, sehingga ketika kami menemukan keong mas di persawahan dan bersamaan dengan angin yang berhembus, maka pera petani akan melihat kami dan menumpas keong mas"
reporter bertanya : " apa anda yakin ? "
belalang itu menjawab, " aku sangat yakin jika ribuan keong mas menyerang, maka ribuan belalang dibawah perintahku akan menyerang mereka dan membantu para petani, dan satu hal " REVOLUSI INI KAN KUBAWA KE KARAWANG..bunda tunggu aku.. "
Sang ratu menitihkan air mata haru dan kagum, hatinya bergemuruh keras, ia ingin menahan tangisan itu, namun rindunya pada sang anak kan terobati dan takkan sakit lagi.
Jakarta Selama satu setengah tahun pemain sinetron Baim Wong menjalin cinta dengan Marshanda. Selama itu pula banyak kenangan yang terukir di ingatan. Baim Wong pun mengakui kalau dirinya tak mudah melupakan sosok Caca, sapaan akrab Marshanda, yang kini berpacaran dengan VJ Ben.
"Pasti nggak gampang lah, satu setengah tahun berhubungan tentu banyak kenangan indah di antara kami berdua," ujarnya ketika ditemui di lapangan sepakbola Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Minggu (27/7/2008).
Pria kelahiran 27 April 1981 itu pun merelakan Caca yang kini tengah jatuh cinta kepada sosok Ben Kasyafani. Namun Baim mengaku belum pernah mengenal secara langsung sosok Ben.
Baim hanya meminta agar Ben menjaga dan mencintai Marshanda seutuhnya. "Yang penting orang itu (Ben-red) bisa mendidik, menyayangi Caca dan jangan pernah sekalipun menyakitinya," imbuh bintang sinetron 'Munajah Cinta' itu
Puyuh (Coturnix-coturnix Japonica) merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut "Quail", merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yang ada di Indonesia. Seperti halnya unggas lain, ada berbagai macam penyakit yang bisa menyerang puyuh. Berikut penjelasan mengenai berbagai penyakit yang sering menyerang puyuh.
1. Radang usus (Quail enteritis) Penyebab: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus, sehingga timbul pearadangan pada usus. Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan mengandung asam urat. Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi. 2. Tetelo (NCD/New Castle Disease) Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulai, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala "tortikolis", yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh. Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang; (2) pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju steril, serta melakukan vaksinasi NCD. 3. Berak putih (Pullorum) Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular. Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengkerut dan sayap lemah menggantung. Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit tetelo. 4. Berak darah (Coccidiosis) Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan. Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering; (2) dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium. 5. Cacar Unggas (Fowl Pox) Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan jenis kelamin. Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah. Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfeksi. 6. Quail Bronchitis Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular. Gejala: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk dan bersin, mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir, kadang kepala dan leher agak terpuntir. Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai. 7. Aspergillosis Penyebab: cendawan, Aspergillus fumigatus. Gejala: Puyuh mengalami gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan berkurang. Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya. 8. Cacingan Penyebab: sanitasi yang buruk. Gejala: puyuh tampak kurus, lesu dan lemah. Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga kebersihannya.
kmane aje? kangen ekeu booo!
--
mwah mwah....
--
losing all hope is freedom..
Anak tak jauh dari watak sang ayah, di masa mudanya sang ayah pun merupakan seekor belalang tangguh, mengenal medan perkampungan karawang dan mobilitas yang sangat tinggi dalam melompat dari dahan pohon ke pohon lainnya. Sebelum ia mati, ia menulis sepucuk surat yang harus dibacakan sang ratu, ketika anak mereka berusia 22 tahun. Dalam adat, kerumunan belalang ini, mereka akan mendatangi persawahan beribu hektar di karawang tuk diserang setiap akhir bulan april, dimana para petani sedang menunggu panen, lebih kurang 3 pekan lagi. Adat ini mereka sebut sebagai "disturbance day". Dengan kata lain mereka merupakan kerumunan ribuan belalang yang sangat ditakuti petani, bernama "hama". Setiap tahunnya, selama 17 tahun ini sang belalang muda terus saja mendengar berita miring di televisi kerajaan belalang, satu hari pasca "disturbance day", dimana para petani bersedih, karena panennya gagal total. Dan selama 17 tahun itu pula ia bergeming diam, tapi tetap peduli dan bergolak. Tepat bulan april tahun ini, ia kembali mengikuti sang ibu tuk menyerang persawahan, tapi ia berkata singkat pada ibunya pra penyerangan:
" bu "
" ia anakku,.."
" semoga ibu tidak marah, tapi bu "
" ada apa anakku ? " [ ibu terlihat gelisah, sekaligus penasaran ]
" bu, aku tidak mau menjadi hama "bagi" manusia "
Ibunya sontak terkejut, dan terseyum kecil sembari menginstruksikan sang anak tuk bersiap mengikuti pasukan tuk menyerang. Sang anak tau, ibunya paham tapi ia memiliki tanggung jawab besar di kerumunan itu.
[ 4 tahun kemudian ]
4 kali selama 4 tahun berikutnya selalu saja terjadi percakapan yang sama antara anak dan ibu belalang [ ratu ].
" bu "
" ia anakku,.."
" semoga ibu tidak marah, tapi bu "
" ada apa anakku ? "
" bu, aku tidak mau menjadi hama "bagi" manusia "
1 Hari pasca "disturbance day" tahun ini, dimana sang anak dengan taat, namun hatinya bergejolak kuat, mengikuti perintah ibunya tuk menyerang sawah. Sang ratu yang mulai berumur, memenuhi janjinya tuk membuka surat wasiat yang ditinggalkan untuk anak tercinta ketika ia berusia 22 tahun. Surat yang dibalut dengan bekas sarang kepompong itu, dibuka sang ibu dengan hati-hati, dan surat itu bertuliskan :
" Istriku tercinta, ratu belalang..
aku tau anak kita tlah dewasa sekarang..
dan aku pun tau, ia kan mewarisi bakatku..
istriku, jika ia ingin menjadi seekor belalang yang tidak ingin merugikan manusia..
lepas ia dengan senyummu, tuk mengantar ia ke perbatasan karawang dan pergi merantau dan menemui arti hidupnya..
istriki, ratu belalang..
jangan menangis, tapi tersenyumlah, layaknya kau mendengar keluhanku sebagai seorang raja dahulu.."
air mata sang ratu sontak keluar, tak sanggup ia tahan, air matanya, keluar dan terus keluar..
Namun, keesokan hari ia tetap harus melepas sang anak, sebagai wujud dedikasi ketaatannya pada sang suami.
Pagi ini, pagi mengharukan, sang anak bersama 5 teman sebayanya dilepas dengan bekal seadanya tuk merantau, keluar dari persawahan nan hijau, karawang..
[ 3 Tahun kemudian ]
Sang ratu belalang yang sedang beristirahat di salah satu dahan tertinggi pohon guava, yang merupakan istana kerajaan, sedang menonton televisi, ketika berita itu muncul, samar-samar karena matanya tlah rabun, namun jelas ia tak asing suara di berita utama itu, berbunyi memuat berita tentang seekor belalang tangguh :
"Dalam komunitas kami, para belalang. Telah membantu para petani sekian tahun lamanya untuk mendeteksi keberadaan keong emas yang hinggap pada areal sawah petani. Caranya kami diikiat dengan satu helai kain berwarna kuning yang panjang, sehingga ketika kami menemukan keong mas di persawahan dan bersamaan dengan angin yang berhembus, maka pera petani akan melihat kami dan menumpas keong mas"
reporter bertanya : " apa anda yakin ? "
belalang itu menjawab, " aku sangat yakin jika ribuan keong mas menyerang, maka ribuan belalang dibawah perintahku akan menyerang mereka dan membantu para petani, dan satu hal " REVOLUSI INI KAN KUBAWA KE KARAWANG..bunda tunggu aku.. "
Sang ratu menitihkan air mata haru dan kagum, hatinya bergemuruh keras, ia ingin menahan tangisan itu, namun rindunya pada sang anak kan terobati dan takkan sakit lagi.
--
...eli...eli...lama sabakhtani..?
"Pasti nggak gampang lah, satu setengah tahun berhubungan tentu banyak kenangan indah di antara kami berdua," ujarnya ketika ditemui di lapangan sepakbola Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Minggu (27/7/2008).
Pria kelahiran 27 April 1981 itu pun merelakan Caca yang kini tengah jatuh cinta kepada sosok Ben Kasyafani. Namun Baim mengaku belum pernah mengenal secara langsung sosok Ben.
Baim hanya meminta agar Ben menjaga dan mencintai Marshanda seutuhnya. "Yang penting orang itu (Ben-red) bisa mendidik, menyayangi Caca dan jangan pernah sekalipun menyakitinya," imbuh bintang sinetron 'Munajah Cinta' itu
maaf ya gue gak bisa nemu yang lebih panjang..
--
...eli...eli...lama sabakhtani..?
1. Radang usus (Quail enteritis)
Penyebab: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus, sehingga timbul pearadangan pada usus. Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan mengandung asam urat. Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi.
2. Tetelo (NCD/New Castle Disease)
Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulai, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala "tortikolis", yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh. Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang; (2) pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju steril, serta melakukan vaksinasi NCD.
3. Berak putih (Pullorum)
Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular. Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengkerut dan sayap lemah menggantung. Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit tetelo.
4. Berak darah (Coccidiosis)
Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan. Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering; (2) dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium.
5. Cacar Unggas (Fowl Pox)
Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan jenis kelamin. Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah. Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfeksi.
6. Quail Bronchitis
Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular. Gejala: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk dan bersin, mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir, kadang kepala dan leher agak terpuntir. Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai.
7. Aspergillosis
Penyebab: cendawan, Aspergillus fumigatus. Gejala: Puyuh mengalami gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan berkurang. Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya.
8. Cacingan
Penyebab: sanitasi yang buruk. Gejala: puyuh tampak kurus, lesu dan lemah. Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga kebersihannya.
lumayan gak beym?
--
...eli...eli...lama sabakhtani..?
Previous Page12345Next Page